Rabu, 14 Desember 2011

13-12-11

WISUDA SARJANA KE - 103
PROGRAM STUDI AGRONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO, 13 DESEMBER 2011
@GRAHAWIDYATAMA UNSOED (UNSOED CONVENTION CENTER)

^_^

Sabtu, 03 Desember 2011

Kerlingan mentari pagi

Mentari beranjak dari peraduannya.. Sinarnya mulai menghangatkan raga ini.. Dan di pagi yang masih tentram ini, hatiku tenang tapi terasa keras seperti karang. Entahlah, apa karena logika aku mulai waras. Semenjak awal, aku begitu mempercayai setiap kehadirannya adalah sebuah jalan untukku mendapatkan kebahagiaan, memang benar. Pada awalnya ia sungguh manis, dan membangunkan aku begitu banyak harapan dalam hidupku. Kenyataan, pada akhirnya itu hanyalah sebuah keterpaksaan karena tak ingin menyakitiku. Jika aku ditempatkan pada posisi untuk memilih, maka akan kupilih 'kejujuran yang menyakitkan' daripada 'kebohongan manis berujung menyakiti'. Tidakkah ia berpikir tentang halusnya hati seorang perempuan.

Bukan berarti aku membencinya, tidak. Aku masih menyayanginya hingga saat ini. Hanya saja, aku jadi lebih keras terhadap diri aku. Aku justru menghindar dan bersikap antipati terhadap mereka yang ingin mendekatiku. Dalam pikiran aku saat ini, mereka hanya omong kosong. Dan aku tak ingin kembali jatuh di tempat yang sama. Untuk itulah, sekarang ini.. 'say no to love, say no to marriage, but say yes to the job'

aku bukannya sombong, tapi ini sebuah komitmen untuk hidupku saat ini. Jika ada yang kurang sependapat, 'nggih monggoh'...

Yang pasti, aku butuh ketenangan hidup untuk sekarang ini, tanpa 'mereka' mengusik kehidupanku. Menumbuhkan kembali rasa percaya yang pernah dimatikan adalah hal tersulit dalam hidup ini. Aku hanya perempuan biasa yang ingin mengabdikan hidupku pada satu lelaki. Yang bisa membimbing, melindungi, dan menjaga amanahku..


Allah Maha Tahu batas kemampuanku.. terima kasih ya Robb, Engkau masih menjaga sesuatu yang memang menjadi hak suamiku kelak..

Sayang, dimanapun kini engkau berdiri, melihat, mendengar dan merasakan. Semoga Allah selalu menjagamu, membimbingmu, menambah ilmu dalam jiwamu, memberkahimu dengan nikmat sehat dan rejeki, hingga kelak kita dipertemukan, disatukan dan bersama2 kita melangkah ke surga, aamiin aamiin ya Rahmaan ya Rahiim...

Minggu, 23 Oktober 2011

doa muslimah

25 maret 2011, 22:44

ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan…
Dia milikku, tercipta untuk diriku…
Satukanlah hatinya dengan hatiku..
Titipkanlah kebahagiaan kepada kami…

Ya Allah…
Aku mohon, apa yang telah Engkau takdirkan…
Aku harap dia adalah yang terbaik untukku…
Karena Engkau Tahu segala isi hatiku…
Pelihara aku dari kemurkaan-Mu…

Ya Allah, yang Maha Pemurah…
Beri kekuatan juga harapan…
Membina diri yang lesu tak bermaya…
Semaikan setulus kasih di jiwa….
Aku pasrah kepada-Mu…
Karuniakanlah aku pasangan yang beriman…
Bisa menemani aku…
Agar aku dan dia dapat berlayar menuju bahtera…
Ke muara cinta yang Engkau Ridhoi…

Ya Allah, yang Maha Pengasih…
Engkau sahaja pemeliharaku, dengarkan rintihan hamba-Mu ini…
Jangan Engkau biarkan aku sendiri…
Agar aku bias bahagia, walau tanpa bersamanya…
Gantikanlah yang hilang…
Tumbuhkanlah yang telah patah…
Kuinginkan bahagia di dunia dan di akhirat…
Pada-Mu ya Allah, Tuhanku… aku mohon segala….


note: catatan sahabat "dambaan maretiarani"

Kamis, 08 September 2011

Ketika cemburu menghampiriku

tadinya saya berpikir bahwa dengan membuka facebook, saya akan mendapat hiburan di tengah belum stabilnya emosi saya..
tapi kenyataan yang saya dapatkan berbeda 180 derajat, saya justru menangis tersedu-sedu.. dan tahukah? saya mendapati hati saya cemburu..
saya mulai terusik dengan kehadiran seorang wanita yang usianya jauh di bawah saya dalam kehidupan dia..
saya pikir, kemarin dengan menunjukkan kenyataan yang terjadi, dia akan lebih menjaga perasaan saya.. tapi justru yang saya dapati adalah rasa kecewa..
dia tidak peduli dengan perasaan saya.
bertahun-tahun saya mencoba memahami, namun saya tetap tidak dapat mengerti..
dari kisah masa lalunya, sampai hari ini.. seseorang di masa lalunya selalu membayangi langkah saya, dan sekarang datang lagi seseorang baru..
jujur, hati saya berkecamuk tidak jelas. saya cemburu.
inginnya saya ber'positif thinking', tapi kalau seperti ini? siapa yang bisa?
kalau memang dia ada perasaan dengan wanita itu, lebih baik saya tahu.. dengan begitu, saya dapat mengambil keputusan..
sakit atau tidak, itu urusan nanti.. saya hanya butuh kejelasan..
tapi, dengan saya merasakan rasa cemburu ini, saya semakin tahu bahwa saya benar-benar mencintai dia.. saya takut kehilangan dia.. saya ingin, dia tetap berada di samping saya selamanya.. sebagai lelaki yang mencintai saya dan saya mencintai dia.. kecemburuan yang saya rasakan jangan sampai mengalahkan logika pikir saya.. saya harus tetap percaya bahwa dia bukan lelaki yang tidak memiliki prinsip.. saya yakin, Allah tidak akan pernah salah dalam memberikan dan menghadirkan seseorang ke dalam hidup saya..

Jumat, 12 Agustus 2011

my day...

Alhamdulillah, sujud syukur hingga detik ini saya masih diberi kesempatan untuk menghirup udara di dunia ini, padahal sebenarnya saya takut, semakin lama saya di dunia, semakin banyak kemungkinan saya untuk melakukan dosa. hari ini, inginnya saya tersenyum, tapi sejak semalam mood saya sudah dibuat buruk oleh keadaan dan pembicaraan yang sebenarnya sangat saya tidak inginkan... dan hari ini, senyum saya sedikit mahal, (mungkin "tamu spesial" bulanan saya mau datang juga) jadi sensitif deh judulnya.
sedikit berharap ada satu saja hal yang akan dia lakukan untuk saya, tapi ternyata saya mimpi. saya sudah siap dengan keadaan ini dari lama, meski aku masih menyimpan rasa dan harapan untuk dia, tapi.. jalan Allah menuju ke arah yang lain. saya diminta untuk melupakan lagi, jujur... memang ada keraguan yang tiba-tiba hadir... semakin saya melihat apa-apa yang ada di "jejaring sosial" dia, keraguan saya sama dia makin nyata, mungkin memang bukan saya yang terbaik untuk hidup dia.
saya sempat berpikir, #bagaimana mungkin... sekarang saja dia bisa berpoligami di dalam hati, bagaimana nanti kalau saya benar sama dia, "emoh aku dipoligami"# berharap ini hanya prasangka yang tidak akan menjadi nyata. tapi semakin hari semakin terlihat kenyataan bahwa, memang bukan saya yang ada di hati dia....
adakah yang salah dengan "mata sipit" saya??? adakah yang salah dengan "bungkam"nya saya???? adakah yang salah dengan "cara" saya????
jawabannya, #ada gis...# "kamu hadir di waktu yang sangat tidak tepat"
saya merasa sangat bodoh malam tadi, seseorang dari masa lalunya jujur kurang suka jika saya sama dia bersatu.

Jumat, 05 Agustus 2011

hopeless but i'm not hopeless...

Purwokerto, 4 agustus 2011, 09:55

hari keempat di bulan Ramadhan… ini, bulan Ramadhan terberat dlm hidup aku, hari pertama aku masih biasa saja, senang dan tenang ngejalaninya.. dan…. Di hari kedua itulah, pukulan keras menghantam bagian sensitifku, hati….. >_< inginku teriaaaakkkaaannnnn…!!!! Pada hari itu aku merasa hancur, mimpiku musnah, rencanaku gagal, hidupku berantakan, membuat kecewa mama bpk dan keluarga, merasa bodoh akan diriku sendiri… aku menjadi manusia tidak berguna di hari itu… yang bisa ku lakukan satu hari itu adalah menangis (senjata ampuh bagi para wanita) hikshiks…. T_T dan yang tambah menyedihkan lagi, tidak ada satupun teman dekat aku yang bisa dengerin ratapank akan hari itu, ngga ada yang peduli,, #itu judulnya# bahkan orang yang aku kagumi juga sama sekali tidak membalas smsku, #nothing!!!#

tidur ngga bisa, makan ngga enak, mata “yuyu” bgt pokoknya, nangis baeee…. Di hari ketiga, pas mau sahur aku masih saja menangis… udah deh, mataku udah kayak lipetan kue cucur, (hadezig…..!!) ngga ada semangat sama sekali, sampai aku di kampus di perpus, isinya diem aja (yaiyalah, org ngga ada temen di sampingnya, hihi…). Eh, lg dlm kondisi belum stabil, aku malah ketemu dengan orang yang hampir saja aku benci…. Di hari ketiga aku berjalan ke sana kemari mencari kesibukan diri, padahal asli itu biar ngga inget dan ngga nangis lagi #lebaiiiii…#
dari tadi aku ngomong “ngalor ngidul” sebenarnya ada apa tho???????? Sebentar, di sini aku bukannya lagi pamer atau sombong mengenai prestasiku yang ini… beneran deh, ngga ada maksud apa2… hanya sekedar berbagi perjalanan hidup aku, di bulan Ramadhan ini…. Jadi, kronologisnya seperti ini…..

“hari itu, aku janjian bertemu dengan dosen pembimbing aku, sebut saja mr. p…. dengan semangat 45 (tetep tahun itu), setiap langkah yang aku ayunkan menuju kampus itu sangat dan banget banget penuh pengharapan,,,,, (ayuh, kamu seminar gis) #hiiiaaaaatttt….# T_T tapi apa dikata, keberuntungan aku belumlah sama dengan teman-teman yang lain… skrip dikoreksi, dan aku liat masih banyak coretan disana… #feeling not good#, ternyata benar, setelah selesai dikoreksi, mr.p menyatakan bahwa… ‘saya belum bisa melepaskan kamu gis…’ dalam hati langsung ‘?????’ (what do you mean mister????) ‘kamu ngga bisa wisuda september, ngga apa lah kamu wisuda desember saja’ aku menyatakan protesku, alasanku dan sebagainya, tapi tetap tidaaaakkkk, kata beliau…..

detik itu juga, langit seperti runtuh, bumi seperti berputar cepat, awan mendung menyelimuti, halilintar menyambar keras dan pada akhirnya dari mata bening ini menurunkan hujan yang begitu deras… (tapi asli ini ngga terjadi di depan dosenku) maaf saja aku nangis di depan orang yang telah membuat aku menangis (maaf pak….) aku berusaha tetap tersenyum di hadapan beliau, secepat kilat aku mengundurkan diri dari hadapannya… bagaimana tidak, ini untuk ketiga kalinya aku gagal wisuda, marettt lewaaaattt…. Juniii lewaatttttt… dan sekarang september?????

aku terduduk lemas di depan laboratorium, ‘mama… ‘ itulah yang pertama aku ingat, aku langsung ngacir ke kamar mandi, dan #huahuahuahua….# T_T (mama, bidadari kecilmu tidak sanggup lagi menahan airmata) beberapa menit kemudian, aku ngikutin cara di film korea yang sering aku tonton, memejamkan mata dan menghitung sampai sepuluh (>_<) 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10….. #tidak terjadi apa2 gis..#
akhirnya aku lama duduk terdiam di depan laborat, mau pulang ngga berani, gimana ngomong ke mama… pasti mama akan marah, sedih, kecewa….. #aarrrgggghhhhhh…..# dengan sedikit sisa tenaga, aku seret langkah kakiku menuju rumah keduaku, and… aku harus masak, ough… apakah yang terjadi… (orang bilang, rasa masakan itu tergantung pada suasana hati si pemasak), aku bilang betuuullll… #masakan saya pedas buanget booo…# (maaf maaf maaf, bagi yang memakannya, klo aku c enak2 saja, orang aku suka pedas, ahahaha…)

hari itu, aku benar2 butuh orang yang mengerti keadaan aku, tapi tyt ‘noone’…. Pertama, pas bgt aku tarawih, pak ustadz ceramah temanya ’bersyukur’ #khadesingggggg….# kena hati aku…. Kedua, sahur dihari ketiga, ceramahnya temanya ‘jangan menyerah’ #siiuuuuutttt…# panahnya nancap di hati aku lagi….. agak siang, aku pergi ke kampus, dan aku bertemu dengan teman2 yang sebelumnya ngga ngga ngga deket sama sekali sama akuuuuu… tapi mereka tau apa yang terjadi dengan aku, mereka memberi aku semangat dan semangat… (makasih mas mba adek2ku… T_T..) kuayunkan langkahku utk menyepi, ketakketik aku di depan komputer perpustakaan, ngga tau apa yang aku ketik waktu itu….

aku belum juga menemukan sesuatu yang membuat batin aku tenang…. Waktu menunjukkan pukul 14:24… ‘duh ya, udah setengah tiga aja, bentar lagi kursus, nanggung klo pulang ke rumah kedua’ akhirnya aku melangkahkan kakiku ke rumah Allah…. ‘masjid fatimahtuazzahra (MAFAZA)’ masjid yang paling aku sukai sejak tahun awal kuliah, 5 tahun yang lalu… aku duduk di tangga depan, masih saja meratap… ‘ya Allah…..’ lama terduduk lesu, mata liatin anak-anak yang bermain sepeda di depan masjid, selintas ada pikiran ‘pengen balik jadi anak kecil aja…’ #huhuhuahuahua…# kutarik secarik kertas dari dalam tasku, kutulis… ‘dear diary..’ tapi koq ya aku merasa belum juga menemukan kedamaian,,,, akhirnya aku bangkit ke tempat wudhu, udah masuk waktu shalat ashar… aku naik ke lantai dua, kembali terduduk…. Aku nengok ke kanan ke kiri, ada empat akhwat lagi duduk juga sama seperti aku, bedanya yang satu sedang ngaji, yang dua orang lagi mereka sedang mengobrol… dan yang satu lagi bidadari kecil bermukena pink terduduk manis sendiri…

beberapa menit kemudian adzan berkumandang… “Allahu Akbar Allahu Akbar…’ dan waktu berlalu, shalat jama’ah rampung, akhwat di sebelah aku, tersenyum dan mengajak aku salaman… tiba-tiba, ‘kapan ya aku bisa melakukan transformasi seperti mba itu?’ (sebenarnya sangat sangat sudah lama keinginan itu ada di dalam hati aku, tapi….) aku benerin hati dulu,,,, akhirnya waktu kursus dimulai, aku ikut kursus tartili (sadar masih nol besarrrr akan ilmu baca kitab)… aku malu, ternyata memang benar masih ada kesalahan dalam cara aku membaca….
detik ke detik berlalu, ngga sadar orang dalam satu ruangan itu keasyikan belajar, termasuk aku (hehehe, ngga mau ketinggalan), tau2 udah jam setengah 6 sore, bentar lagi buka puasa,,,, dari tadi aku muter2, jadi intinya…. Aku mendapatkan ketenagan bukan dari teman di dunia yang bisa mendengarkan cerita aku, atau kata2 dari mereka yang menyemangati, terbukti ngga berpengaruh akan kondisi kejiwaanku pada saat itu, kembaliii…. #hanya Allah lah tempat aku kembali…# malam harinya sebelum aku tidur, aku nemuin buku yang judulnya ‘be a pede, please’ karyanya bang ‘FAHMI’… menambah masukan dalam pikiran aku untuk tetap menjadi muslimah yang ‘kuaaaatt…’ (makasih bang… :D)

ini hari ke empat, aku udah kembali ke agis yang biasanya, bangun tidur senyum sudah terkembang,,,, (udah waras lagi, ahihihi…) nie buktinya udah bisa nulis lagiiii… #geeeddduuubbrraaakkk# satu kalimat…

Alhamdulillah, Allah aku makin sayang Engkau, aku makin rindu peluk-Mu, rindu lembut kasih-Mu, rindu bening mata karena kangen berat pada-Mu…. Allahu Akbar, semangattt agiiiissss! ^_^ (ini namanya bukan satu kalimat agis, hihi…) #kabbbuuurrrr…..#

hny saja aku masih berpikir, gimana ngomong ke mama…??? Allah pasti menjaga hati mamaku.

Kamis, 16 Juni 2011

sepenggal cerita untukmu..

16 juni 2011, 07:48

hari ini aku menyadari satu hal.. yang aku kira selama ini adalah suatu kebodohan, ternyata membawa berkah dan pelajaran, dan kini kusebut itu anugerah.
Allah memberikan hidayah itu melalui cinta yang selama ini aku susun rapi dalam lemari hatiku…

dia membuatku menemukan diriku, aku berterimakasih pada dia. tapi aku lebih bersyukur dan ingin rasanya tak berhenti bertasbih pada-Nya. Dia menunjukkan padaku kekuatan cinta yang sesungguhnya. Tiga tahun kulewati hari-hari yang menakjubkan, dan lebih tepatnya berwarna warni seperti pelangi, sungguh indah…

Allah menghadirkan dia ke dalam hidupku secara perlahan, menjadikannya teman berbagi berbagai hal. awalnya aku yang ingin membawa dia ke dalam komitmen hidup aku…”berpacaran setelah menikah”…. dan ternyata, aku yang menyalahi komitmenku sendiri, sungguh aku menyesal dan tak akan aku ulangi lagi, cukup satu kali.

dia dengan sabar selalu mengingatkan aku tentang cinta yang hakiki, cinta Illahi….
aku sadar dan aku tahu, tapi waktu itu aku salah menilai.. dia yang ingin menyelamatkanku, malah aku anggap sebagai orang yang menjatuhkanku, ya Robb, ampunilah aku….
sekarang aku menyadari, sikapnya yang terkadang keras dan kata-katanya yang terkadang membuatku merasa bodoh…ternyata itu adalah cara dia menunjukkan kepeduliannya kepadaku. waktu berjalan, aku menyadari bahwa aku memang menyayanginya… hingga detik ini aku masih memiliki perasaan itu, banyak hal yang terjadi selama kami bersahabat. Entah itu menyenangkan, menyedihkan, mendebarkan, ataupun mengejutkan…

satu hal yang aku sesalkan, keegoisanku selama ini… aku tidak pernah memikirkan bagaimana perasaannya? aku hanya memikirkan diriku sendiri, bagaimana mungkin aku diam tapi justru itu menunjukkan bahwa aku ini memaksakan kehendakku…
sungguh, perlu dia ketahui… dia yang membuatku berubah seperti sekarang ini, dengan mengenal dia, aku semakin mencintai sesuatu yang Allah ridhoi…

yang tidak dapat dihapus imageku di dia, adalah aku sama sekali tidak dewasa. seandainya dia tahu, terkadang dalam kesendirianku, aku berpikir, aku harus membatasi diri dalam berbagai hal, karena itulah yang seharusnya aku lakukan. perlahan aku mengurangi intensitas komunikasi dengan dia. awalnya bisa dikatakan hampir setiap hari kami berbicara lewat telepon, tapi beberapa bulan ini aku sengaja menguranginya, bisa dikatakan mungkin hanya satu bulan sekali.
terkadang aku juga mencoba untuk tidak berkirim sms, tapi masih belum bisa, bahkan kemarinpun sudah 9 hari aku mencoba, tapi gagal lagi…

perasaan khawatir menjadi alasannya, kemarin pagi perasaanku tidak enak, bawaanya berdebar-debar. dan keadaan itu sama ketika beberapa bulan yang lalu dia kecelakaan. malam pada saat dia kecelakaan, perasaanku tidak karu-karuan… dan kemarin aku takut terjadi sesuatu dengan dia. aku menanyakan kabar, tapi sampai detik ini belum dibalas.
apakah dia membenciku? entah apa yang ada dipikirannya sekarang tentang aku… perlu dia tahu, selama 10 hari ini aku ingin menjemput hidayah-Nya, aku mulai membatasi diri bukan karena kecewa atau membenci dia, sekarang aku hanya ingin melakukan sesuatu yang Allah ridhoi. dan aku memperlakukan hal itu bukan cuma sama dia, semua teman lelaki yang ada, aku batasi… aku tidak mau lagi menerima telepon dari mereka, karena aku takut dengan suaraku yang kebanyakan membuat mereka berpikir macam-macam.

mungkin aku akan bersikap seperti ini selamanya, sampai aku menemukan pasangan hidup aku, karena setelah itu dialah yang akan menentukan hidupku dan membimbingku. dan dia, aku harus meyakinkan hatiku bahwa perasaan yang ada di hatiku ke dia itu benar-benar karena Allah, bukan karena hal lain yang duniawi.
dan lagi, aku mulai menikmati apa yang aku lakukan sekarang, dan inilah jalan yang membuatku tenang. semoga dia mengerti dan memahami maksud dari pilihanku ini. aku menjauh bukan karena membenci, tapi karena aku ingin ada batasan di antara kami, biar perasaan ini tidak menguasai batinku lagi. aku takut Allah cemburu dan tidak memandangku lagi.

aku ingin melalui jalan Allah aku mencintaimu dengan sederhana, dengan jalan yang Allah ridhoi. hingga detik inipun aku belum menemukan alasanku menyukai dia, karena semua terjadi begitu saja, mengalir apa adanya.
jika Allah berkehendak kita bersama, insya Allah di pintu pernikahanlah kita akan dipertemukan, dan nantikan aku di penghujung penantian… sekali lagi, itupun jika Allah menghendaki….

dan mungkin saja takdir Allah menghendaki yang lain untuk aku, jadi sampai kapanpun aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan hidup aku dan juga dia....
saat ini, yang aku lakukan hanyalah merubah hidupku untuk lebih baik, karena lebih kupilih cinta-Nya untuk mengisi hari-hariku.... kedamaian seperti inilah yang aku cari selama ini, maaf jika caraku menurutmu salah, tapi inilah yang harus aku lakukan... aku lebih takut kehilangan cinta-Nya dari apapun di dunia ini... apa yang aku miliki sekarang jauh lebih dari cukup, aku belum membutuhkan yang lain... waktu itu akan datang dengan sendirinya... ^_^